Mobil-mobil murah yang masuk dalam segmen Low Cost Green Car (LCGC) tengah menjadi primadona di tengah masyarakat Indonesia. LCGC yang baru muncul tahun 2013 usai aturan mobil murah disahkan pemerintah penjualannya membludak dalam kurun waktu lima tahun. 

Popularitasnya mengalahkan city car. Secara bentuk, city car dan LCGC tidak banyak memiliki perbedaan. LCGC generasi pertama kebanyakan hanya mampu memuat lima penumpang. Sama halnya dengan city car. 

Belum lagi, dengan kapasitas penumpang yang hampir sama, LCGC dijual dengan harga lebih murah. Harga LCGC memang tak sembarangan, diatur pemerintah dan ada batasannya sendiri beda dengan city car. 

Apalagi kalau city car tersebut masih diimpor, tentu harganya bisa lebih mahal lagi. Toyota dan Mitsubishi telah menyetop penjualan city car Etios dan Mirage. 

Namun tidak dengan Nissan. Nissan diketahui masih menjual March di Indonesia. March yang didatangkan dari Thailand masih sanggup bersaing dengan LCGC yang diproduksi secara lokal. 

“Kalau ditanya masih jual ya masih. Masih ada ceruk pasarnya dan berbeda dengan LCGC. Mereka biasanya berjiwa muda, masih single, dan belum butuh mobil berkapasitas banyak,” jelas Head of Communication Nissan Motor Indonesia Hana Maharani saat dihubungi melalui sambungan telepon, Rabu (13/2/2019). 

Meski tidak sebanyak Low MPV, Hana masih optimis March bisa berbicara banyak di segmen city car tersebut. Jika melihat data penjualan wholesales Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) penjualan March cenderung menurun. 

Pada tahun 2017, 2.416 unit March terjual sedangkan pada 2018 hanya 1.159 unit.

Artikel asli : https://oto.detik.com/mobil/d-4426963/nissan-march-masih-kuat-hadapi-gempuran-lcgc?_ga=2.71055380.541181819.1550376066-1806162134.1550042075